surat kepercayaan gelanggang

April 3rd, 2008
.

Kami adalah ahli waris yang sah dari kebudayaan dunia dan kebudayaan ini
kami teruskan dengan cara kami sendiri. Kami lahir dari kalangan orang
banyak dan pengertian rakyat bagi kami adalah kumpulan caur - baur dari
mana dunia baru yang sehat dapat dilahirkan.KeIndonesiaan kami tidak semata - mata karena kulit kami yang sawo matang,
rambut kami yang hitam atau tulang pelipis kami yang menjorok kedepan,
tetapi lebih banyak oleh apa yang diutarakan oleh wujud pernyataan hati dan
pikiran kami.

Kami tidak akan memberi kata ikatan untuk kebudayaan Indonesia, kami tidak
ingat akan melap - lap hasil kebudayaan lama sampai berkilat dan untuk
dibanggakan, tetapi kami memikirkan suatu penghidupan kebudayaan baru
yang sehat. Kebudayaan Indonesia ditetapkan oleh kesatuan berbagai - bagai
rangsang suara yang disebabkan oleh suara yang dilontarkan kembali dalam
bentuk suara sendiri. Kami akan menentang segala usaha yang mempersempit
dan menghalangi tidak betulnya pemeriksaan ukuran nilai.

Revolusi bagi kami ialah penempatan nilai - nilai baru atas nilai - nilai usang
yang harus dihancurkan. Demikian kami berpendapat bahwa revolusi di tanah
air kami sendiri belum selesai.

Dalam penemuan kami, kami mungkin tidak selalu asli; yang pokok ditemui
adalah manusia. Dalam cara kami mencari, membahas, dan menelaahlah kami
membawa sifat sendiri.

Penghargaan kami terhadap keadaan keliling (masyarakat) adalah penghargaan
orang - orang yang mengetahui adanya saling pengaruh antara masyarakat dan
seniman.

Surat Kepercayaan Gelanggang 1950

Surat Kepercayaan Gelanggang diatas adalah buah pemikiran dari sastrawan –
sastrawan angkatan ’45 yang dimuat di majalah Siasat pada 22 Oktober 1950. Apa
yang dihadapi oleh Chairil, Asrul Sani, rifai apin, dkk mungkin saja berbeda jauh
dengan apa yang kita hadapi saat ini. Tapi sekali lagi coba amati apa yang terjadi
disekitar kita, keadaan seperti apa yang tersaji pada bangsa kita ini. Sepertinya isi dari
Surat Kepercayaan Gelanggang ini masih sangat relevan dengan apa yang terjadi
disekitar kita. Ketika mereka berpendapat bahwa revolusi di tanah air belum selesai,
maka pada kenyataanya adalah revolusi tidak akan pernah berhenti. Haruslah ada hari
esok yang lebih baik dari kemarin, karena hidup terus berjalan dan kita tidak sedang
menjalani kehidupan dalam keadaan mundur.

Surat Kepercayaan Gelanggang telah mengilhami kami untuk segera bertindak,
bergerak, dan berteriak tentang segala sesuatu yang tidak layak dalam bangsa ini.
Roda revolusi ini harus terus bergerak dengan segala kemampuan dan cara yang ada.
Suatu kejahatan nurani yang sangat besar jika kita berdiam diri didalam keadaan yang
sangat tidak ideal, memposisikan diri sebagai korban yang manja, sambil mengenang
sesuatu yang pernah terjadi tanpa mau meraih mimpi dan hidup dalam buaian angan.
Jauh didalam hati kecil “mereka” (siapapun itu) pasti menaruh harapan yang sangat
besar kepada kita, generasi sehat, generasi mampu, generasi tangguh. Jangan pernah
berkata MINORITAS, TERTINDAS, TERSISIH, jika itu hanyalah alasan lemah,
ungkapan manja, dan segala topeng – topeng kemalasan kita. Sekarang saatnya
melepaskan belenggu, melepaskan tali kekang, dan memanfaatkan daya dobrak yang
kita punya.

Jadilah generasi yang beruntung. Terlahir di tengah – tengah kondisi dan
situasi yang sangat sulit seperti saat ini bukanlah merupakan kutukan. Tetapi sangatlah
layak jika kita bersyukur atas apa yang kita alami sekarang ini, karena sebagai
makhluk yang dikaruniai akal dan pikiran kita bisa menjalani, mengamati,
mempelajari bahkan menaklukan situasi dan kondisi yang tidak dialami oleh generasi
atau bahkan bangsa lain. Kita sebagai “the choosen one” ini sangatlah berdosa jika
tetap pasif saja menerima segala sesuatu yang terjadi, memalingkan muka ketika
terjadi hal – hal yang tidak selayaknya terjadi, mengingkari hati nurani, dan
membunuh diri ketika seharusnya mampu untuk membawa perubahan, pencerahan,
dan hari esok yang lebih baik.

Perubahan harus segera digerakkan. Bukannya ingin menghapuskan
sejarah dan mengorbankan nilai – nilai yang sudah ada, tetapi akankah kita
seterusnya menengok kebelakang, mengenang dan membangga – banggakan apa
yang pernah kita miliki, sambil meratapi nasib, berkeluh kesah, dan berdiam
diri sebagai bangsa yang sakit?? Sekali lagi kembalilah kepada kenyataan,
berdewasalah dan hadapi segala masalah sebagai bangsa yang berharkat dan
bermartabat.

Asrul Bachtiar 2007

—Tags: , , trackback—

Bookmark this article!

Del.icio.usGoogleStumbleUponDiggTechnoratiFacebookYahooMister WongNewsvineSlashDotTaggly

One Response di “surat kepercayaan gelanggang”

Avatar Omega

Hi Bachtiar, i am glad you liked my post:) europe is a pretty place, but indonesia is very exotic and different, that’s why i want to go there. I don’t know yet when i will go, but it is in my plans. It’s great to have warm weather all the time, i hate cold countries.
Your new design is looking pretty good! And i’ll be waiting for your cat pictures :)

#1

Silahkan tinggalkan pesan/komentar

XHTML: Tag yang bisa anda pergunakan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

JUMATAN - Tempatnya Gelar Tikar
hosting super murah di dijaminmurah.com